MATA KULIAH  : PMM-A
DOSEN PMA      : KHIKI PURNAWATI KASIM, SST, M.KES
LAPORAN PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN 


Disusun 
Oleh:
SYAIQ IBNU BATUTAH YUNUS
PO714221181047
D.IV II A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2020

A. Dasar teori
     Pengawet dalam makanan digolongkan sebagai bahan tambahan pangan, bahan pengawet digunakan sebagai salah satu upaya untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan tersebut. Sebagai bahan tambahan pangan, jenis dan kadarnya telah diatur melalui Permenkes RI No.22/Menkes/Per/IX/88 dan secara teknis juga sudah di atur oleh BPPOM Republik Indonesia melalui Peraturan Kepala BPPOM Republik Indonesia No.23 tahun 2013, Tentang Batasan Bahan Tambahan Pengawet dalam Makanan. 
     Diantara jenis bahan pengawet tersebut yang lazim digunakan adalah asam benzoat, natrium metabisulfit, garam dapur, garam sulfat dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori bahan pengawet pangan, yang dalam batasan normal tidak berdampak terhadap kesehatan manusia.
     Akan tetapi, selain dari jenis-jenis pengawet diatas, tidak jarang ditemui berbagai jenis makanan yang diawetkan dengan bahan-bahan pengawet berbahaya yang bersifat toksik (racun) terhadap kesehatan. Menurut berbagai hasil penelitian kadar penggunaan pengawet ini ditengah-tengah masyarakat sudah berada diambang batas yang mengkuatirkan, diantaranya adalah penggunaan senyawa Formalin dan Boraks. 
Boraks atau sering juga disebut Bleng merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pengawet kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa, dalam dunia pengobatan dan konsmetik borak digunakan sebagai bahan pembersih muka dan cairan obat kumur.
     Boraks bersifat akumulatif didalam tubuh dimana efek racunnya tidak langsung dirasakan akan tetapi susbtansi nya akan diserap dan tersimpan didalam usus, hati, ginjal, otak bahkan testis. Dan pada ambang batas tertentu dimana tubuh tidak lagi mampu menetralisis keberadaannya, akan menimbulkan gejala penyakit yang cukup fatal mulai dari muntah-muntah, diare, sesak nafas, kram perut bagian atas, muntah darah dan sakit kepala yang hebat. 
     Penggunaan boraks didalam makanan selain sebagai zat pengawet juga bisa memperbaiki tekstur makanan tersebut, bakso yang mengandung boraks menjadi lebih kenyal dan tahan lama, kerupuk yang tambahkan dengan borak akan berefek lebih mengembang dan renyah, begitu juga dengan makanan lain seperti lontong, kecap dan mie basah teksturnya akan menjadi lebih baik, namun sangat sulit membedakan antara makanan yang sudah tercampur dengan borak dengan makanan yang tidak atau masih alami, harus melalui pengujian laboratorium.
    Jika kita sedikit lebih kritis dan mau berupaya untuk menseleksi setiap makanan yang kita konsumsi khususnya kandungan boraks, sekarang bisa dilakukan dengan pengujian sederhana. Pengujian dengan cara ini sudah sering dipublikasikan baik dimedia sosial maupun dimedia cetak dan elektronik dimana cukup dengan menggunakan tusuk gigi dan kunyit kita bisa mendeteksi kandungan borak yang terdapat didalam bakso, metoda ini ditemukan oleh siswa SMA 3 Semarang tahun lalu dan meraih medali emas pada sebuah ajang kompetisi inovasi anak International Exhibition for Young Inventors (IEYI).

B. Tujuan
1. Dapat mengetahui bahan dan alat yang digunakan dalam pemeriksaan kandungan.  boraks pada  makanan dan minuman dengan metode sederhana.
2. Dapat mengetahui cara dan prosedur kerja pemeriksaan kandungan boraks pada makanan dan minuman dengan metode sederhana.

C. Alat dan Bahan
- rimpang kunyit/kunyit basah
- stik bambu atau tusuk gigi
- sampel makanan yang ingin diperiksa (tahu, bakso, mie basah)

D. Prosedur kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Ambil stik bambu/tusuk gigi yang sudah disiapkan, tusuk ke rimpang kunyit/kunyit basah  diamkan selama beberapa detik lalu cabut kembali stik bambu tersebut.
3. Kemudian tusuk ke sampel makanan yang ingin diperiksa kandungan boraksnya, diamkan selama beberapa menit, kemudian amati perubahan warna yang terjadi pada stik bambu tersebut, jika tidak ada perubahan warna maka sampel makanan tersebut tidak mengandung boraks dan jika stik bambu tersebut mengalami perubahan warna dari kuning ke orange kemerah merahan maka makanan yang diperiksa tersebut mengandung boraks.
E. Hasil
     Dari pemeriksaan kandungan boraks pada sampel makanan bakso yang saya lakukan, didapatkan hadil bahwa bakso atau sampel makanan yang saya priksa tidak mengandung boraks. Karena tidak terjadi perubahan warna dari kuning ke warna orange kemerah merahan.

F. Analisa hasil
    Sampel yang saya ambil dari penjual bakso di jln. Skarda. Kelurahan gunung sari kecamatan rapocini dari hasil pemeriksaan yang saya lakukan hasilnya tidak mengandung boraks ini menandakan bahwa bakso yang dijual tersebut pengolahannya tidak menggunakan boraks, kemungkinan bahan pengawet yang digunakan agar bakso tersebut tahan lama adalah bahan yang penggunaannya dalam batasan normal tidak berdampak pada kesehatan manusia diantaranya : sam benzoat, natrium metabisulfit, garam dapur, garam sulfat.

G. Kesimpulan
      Dari pemeriksaan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa untuk terhindar dari makanan yang mengandung boraks kita dapat memeriksa kandungan boraks pada makanan menggunakan metode atau cara yang sederhana, boraks juga sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi,    Boraks bersifat akumulatif didalam tubuh dimana efek racunnya tidak langsung dirasakan akan tetapi susbtansi nya akan diserap dan tersimpan didalam usus, hati, ginjal, otak bahkan testis. Dan pada ambang batas tertentu dimana tubuh tidak lagi mampu menetralisis keberadaannya, akan menimbulkan gejala penyakit yang cukup fatal mulai dari muntah-muntah, diare, sesak nafas, kram perut bagian atas, muntah darah dan sakit kepala yang hebat. 

H. Lampiran



Komentar

  1. Laporannya sudah bagus dan mudah dipahami, saran mungkin bisa ditambahkan referensi dari laporan ini👍

    BalasHapus
  2. Laporannya sudah bagus, mungkin bsa di tambahkan referensi nya 😊

    BalasHapus
  3. Laporannya sudah bagus. Saran saya seperti teman-teman yang lain mungkin bisa ditambahkan referensinya

    BalasHapus
  4. Laporan sudah bagus saran mungkin bisa ditambahkan referensinya

    BalasHapus
  5. laporannya sudah bagus, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin bisa ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^

    BalasHapus
  6. Laporannya sudah bagus untuk tambahan pengetahuan, setelah membaca saya jadi tahu cara memeriksa boraks dengan cara sederhana. Terimakasih

    BalasHapus
  7. Laporannya bagus, menambah pengetahuan dan bahasanya juga mudah dipahami

    BalasHapus
  8. Secara umum isi tulisan sudah tepat. Perbaikan dikit aza...
    Pada kesimpulan baiknya masukkan di analisa hasil. Kesimpulan baiknya menjawab tujuan secara singkat dan jelas.
    Tambahkan saran dan dapus.

    BalasHapus

Posting Komentar